Arti Kasih Sayang

Dikisahkan, di sebuah desa tinggallah seorang janda dengan kedua anaknya. Suaminya sudah meninggal 2 tahun yang lalu akibat kecelakaan mobil. Peristiwa itu tentu saja membuat keluarga mereka sedih dan terpukul. Tapi apa boleh buat, itu semua sudah menjadi kehendak  Yang Maha Kuasa.

Keluarga mereka termasuk keluarga yang berkecukupan, sehingga mereka tidak perlu khawatir untuk tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka. Si sulung sebentar lagi juga akan menyelesaikan pendidikannya di SMA dan akan berencana untuk  melanjutkan studinya keluar negeri. Si sulung juga tergolong anak yang pintar, selalu mendapat ranking di sekolahnya. Berbeda dengan si bungsu, yang lebih suka bermain-main dan tidak serius belajar. Mereka hanya terpaut 1 tahun saja. Ibunya tentu saja lebih menyukai si sulung. Tetapi, kasih sayang yang dia berikan kepada kedua putranya itu adalah sama saja.

Semenjak kepergian ayah mereka, ibu mereka lebih suka melamun, bengong sendirian. Melihat itu, kedua putranya tentu sedih. Terlebih lagi si bungsu yang sangat manja dengan ibunya itu. Tetapi mereka berdua memutuskan untuk membiarkannya saja karena takut menambah beban ibunya.

Tidak terasa si sulung sudah tamat dari bangku SMA. Rencananya selanjutnya adalah melanjutkan kuliah ke luar negeri. Ia pun segera memberitahukan ibu dan adiknya tentang berita itu. “Bu, boleh ya saya kuliah ke luar negeri? Kelak saya akan pulang dengan gelar sarjana dan akan membawa pulang uang yang banyak untuk ibu. Saya berjanji .” kata si sulung kepada ibunya. Sambil berlinang air mata ibunya pun menjawabnya, “Pergilah Nak, hati-hati ya.”

Sehari sebelum kepergian kakaknya ke negri Paman Sam itu, si bungsu pun berkata kepada kakaknya, “Kak, apakah kakak yakin akan berangkat ke luar negeri besok? Kakak pikirkan dulu baik-baik keputusan kakak. Ibu sangat menyayangi kakak, lebih dari ia menyayangi aku. Sebenarnya ibu sangat sedih mendengar kakak harus pergi. Tetapi ia tidak sanggup berkata apa-apa karena ia ingin melihat kakak bahagia.” “Tenang saja, kelak kakak akan pulang dengan membawa banyak uang dan kita akan hidup bahagia.” Si bungsu sebagai adik juga tidak bisa berkata apa-apa lagi kepada kakaknya itu.

Esok pagi, setelah selesai mempersiapkan segala sesuatu untuk berangkat, si sulung pun berpamitan kepada ibu dan adiknya. “Hati-hati ya Nak..” kata ibunya dengan pelan sambil menahan air matanya. Si bungsu yang mengantarkan kakaknya itu ke bandara pun berpesan untuk terakhir kalinya, “Kak, ingat kalau ibu sangat membutuhkanmu masih ada waktu untuk merubah keputusanmu itu.” Si kakak hanya tersenyum melihat adiknya itu.

Setelah kepergian si sulung ke luar negeri, tentu saja ibunya bertambah sedih. Si bungsu lah yang selalu menemani ibunya, menghiburnya agar tidak larut dalam kesedihan. Semakin lama si bungsu melihat ada yang aneh dengan ibunya itu. Ibunya sering batk-batuk, mukanya kadang suka pucat, dan seringkali sulit untuk berjalan. Tiap kali ditanya, ibunya selalu mengatakan tidak ada-apa yang terjadi dengannya. Si bungsu tentu saja tidak tinggal diam. Dia segera membawa ibunya untuk diperiksa dokter. Ternyata menurut hasil laboratorium, ibunya menderita kanker darah yang sudah dideritanya selama 1 tahun dan umurnya tidak akan lama lagi. Si bungsu tidak sanggup menahan tangisnya. Dia segera menelepon kakaknya untuk memberitahukan keadaan ibunya. “Kak, pulanglah.. Ibu sangat membutuhkanmu. Kata dokter ibu menderita kanker darah dan….” belum selesai bicara, kakaknya segera menyambung, “Sudahlah, kamu rawat dulu saja ibu, tidak lama lagi kakak pasti pulang dengan membawa banyak uang. Sekarang kakak mau kerja dulu ya..” ucap kakaknya langsung menutup telepon. Si bungsu bertambah sedih. Ia tidak mau lagi berbicara dengan kakaknya yang ia anggap tidak peduli lagi dengan ibunya itu.

Hari demi hari mereka lewati berdua tanpa si sulung tentunya. Tetapi wanita itu tetap bahagia karena ia tahu ternyata anak bungsunya sangat sayang kepadanya melebihi siapapun. Si bungsu tentu saja sangat bersyukur bisa bersama dengan ibunya walaupun ibunya dalam keadaan sakit. Ia selalu melakukan segala cara supaya ibunya tidak terlarut dalam kesedihan lagi.

Suatu hari, sesampainya si bungsu di rumah, betapa terkejutnya ia sewaktu melihat ibunya dalam keadaan tidak sadarkan diri. Ia segera membawa ibunya ke rumah sakit. Kata dokter, ibunya sedang dalam keadaan koma dan kemungkinan hidup untuk ibunya sudah sangat kecil. Si bungsu sangat sedih. Ia ingin memberitahukan kepada kakaknya. Tetapi, ia rasa tidak ada gunanya lagi berbicara dengan kakaknya, hanya menambah beban untuknya.

Setelah seminggu ibunya koma di rumah sakit, sang ibu meninggal dunia. Sebelumya, ia sempat berpesan kepada si bungsu sambil memberikan sepucuk surat, “Nak, jaga diri kamu baik-baik ya.. Dan tolong berikan surat ini kepada kakakmu.” Si bungsu langsung menangis tiada henti. Tetapi ia tahu, itu sudah menjadi kehendak Yang Maha Kuasa. Ia juga sudah mengikhlaskan ibunya untuk hidup bahagia disana.

2 hari setelah kepergian ibunya, si sulung pulang lagi ke Indonesia untuk memberi sebuah kejutan untuk ibu dan adiknya. Ia memasuki rumah dengan girang sambil berteriak, ”Ibu, aku sudah pulang! Aku membawa gelar untuk ibu dan juga uang yang banyak. Aku sudah SUKSES!!”

Tidak ada jawaban. Si bungsu yang terduduk sendirian pun menatap kakaknya, memberikan surat pemberian ibunya dan berkata, “Tidak ada gunanya lagi, bacalah!!” Karena tidak mengerti maksud adiknya, kakaknya pun segera membaca surat itu.

“Nak, mungkin ketika kamu membaca surat ini, ibu sudah pergi menghadap Yang Maha Kuasa. Jaga dirimu dan juga adikmu baik-baik. Hanya kalian berdua yang paling ibu kasihi. Tanpa kalian berdua ibu bukanlah apa-apa. Ibu sangat menyayangi kalian, lebih dari apapun di dunia ini..”

Setelah membaca surat itu, si sulung terdiam, tidak sanggup berkata apa-apa, air matanya menetes membasahi surat itu. Ia memeluk adiknya dengan sangat erat sambil berkata, “MAAF…” Tidak sanggup mendengarnya, si bungsu pun ikut menangis. “Semuanya sudah terlanjur, Kak. Tidak ada lagi yang perlu ditangisi atapun disesali,” ucap si bungsu dengan bijaksana. “Tetapi.. Seandainya kakak mendengarkanmu hari itu dan tidak berangkat ke Amerika, mungkin keadaannya tidak seperti ini. Kakak terlalu egois.” Si sulung bekata dengan penuh penyesalan. “Sudahlah Kak. Ini semua sudah merupakan takdir.”

Saudara-saudari yang terkasih,

Kita semua tahu bahwa yang paling dibutuhkan dalam dunia ini  bukanlah uang ataupun gelar, tetapi KASIH. Uang dan gelar hanyalah bersifat sementara, yang akhirnya juga akan kita tinggalkan di dunia. Orang yang pintar dan kaya belum tentu memiliki kasih. Tetapi orang yang memiliki kasih pasti memiliki sesuatu yang lebih berharga daripada uang maupun gelar.

Seperti yang kita lihat dalam cerita diatas, si sulung hanya mementingkan uang dan gelar. Tetapi ia tidak bisa merasakan kasih sayang ibunya. Dan sangkin terobsesinya, sewaktu ibunya sakit saja ia tidak mau pulang. Sampai akhirnya ibunya sudah meninggal baru ia menyesali semua perbuatannya. Apa gunanya menyesal?? Ohya, lalu apa gunanya uang yang didapat yah? Uang itu kan sebenarnya mau diberikan untuk ibunya. Ibunya saja tidak pernah mengharapkan uang dari anaknya. Ia hanya butuh perhatian dan kasih sayang..

Jadi kesimpulannya nih.. Kita jangan terobsesi banget deh buat ngejar harta kekayaan ataupun kepintaran. Tapi jangan sampe gak mau belajar ataupun gak mau bekerja dong. Hehe… Mencari uang dan gelar itu boleh-boleh saja, tetapi jangan sampe lupa segalanya yah. Hehe… Jadi mulai sekarang kita semua harus saling mengasihi ya..sama siapapun.. Percaya deh, pasti hidup kita akan jadi lebih berarti n’ berharga.. ^.^

“Kasihilah orang lain seperti kamu mengasihi dirimu sendiri..”

About Fenny Wongso

Keep in touch and you'll know more.. my twitter / line / Instagram : FennyWongso Feel free to share and Leave your comments here :)

Posted on March 21, 2012, in Random. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: