Nikmatilah sekarang

“Aduh, capek banget! Apa yah yang harus aku lakukan lagi untuk mendapatkan uang yang banyak?” ucap seorang pria lajang yang berumur 25 tahun itu. William namanya. Sejak kecil, ia diasuh oleh bibinya karena kedua orang tuanya pergi bekerja di luar negeri. Orang tuanya hanya pulang ke Indonesia sekali 3 tahun, itupun kalau ada cuti kerja/ hari libur internasional.

Walaupun ia jarang berjumpa dengan kedua orang tuanya, tetapi ia mampu menjalani hari-harinya dengan sukacita. Setelah selesai menamatkan S1 nya, dia ingin mencari pekerjaan yang cocok untuknya. Prestasi yang diraihnya di bangku kuliah cukup memuaskan, sehingga tidak sulit baginya untuk mendapatkan pekerjaan. Dia merasa sudah dewasa dan tidak mau menggantungkan hidupnya lagi pada kedua orang tuanya ataupun dengan bibinya.

Akhirnya, setelah mengirimkan beberapa surat lamaran ke perusahaan- perusahaan ternama, dia pun dipanggil untuk interview dan melakukan beberapa tes. Dia merasa sangat beruntung karena akhirnya diterima untuk bekerja di sebuah perusahaan asing yang ternama di kota tsb. Karena pegawai baru, jabatannya diperusahaan juga idak begitu tinggi. Namun demikian, prestasi kerjanya cukup memuaskan. Itu membuat atasannya bangga mempunyai pegawai seperti William.

Sangkin rajinnya, William sering lupa beristirahat. Dia terlalu fokus dengan kerjanya, terkadang lupa makan dan lupa ber-refreshing sejenak. Tetapi, menurutnya, semua itu tidaklah begitu penting. Yang penting baginya adalah bagaimana cara meningkatkan prestasi kerjanya dan mendapatkan uang yang banyak. Apalagi umurnya masih sangat muda, 25 tahun. Pastilah dia masih punya semangat dan kekuatan yang besar.

Seringkali ia tidur larut malam, terus memikirkan bagaimana mencari uang yang lebih banyak dan lebih banyak lagi. Unutk memikirkan hal tersebut saja, ia harus menghabiskan waktu berjam-jam setiap harinya. Dia tidak jarang mengucapkan kata “capek”. Tetapi anehnya, dia jarang sekali mau berstirahat. Menurutnya, itu hanya menghabiskan waktunya saja. Dia juga sering berpikir bahwa waktu 24 jam itu tidaklah cukup baginya. Ia ingin diberikan waktu yang lebih, agar bisa melakukan lebih banyak hal yang menurutnya baik dalam hidupnya.

Tidak terasa sudah 1 tahun William bekerja di perusahaannya itu. Tetapi anehnya, dia merasa kondisi fisiknya semakin lama semakin lemah, dia sendiri tidak tahu apa penyebabnya. Seringkali dia diajak hang out  oleh teman-teman kantornya. Tetapi, dia selalu tidak ikut. Alasannya tentu saja karena faktor pekerjaan. Sampai-sampai, di kantor ia dijuluki “Master Busy”, karena ia selalu sibuk dan selalu banyak kegiatan.

Suatu hari, William didatangi oleh atasannya. Melihat pegawainya yang “Master Busy” itu, dia meminta William untuk mengikuti meeting di luar negeri. Tiket pesawat dan penginapan sudah disediakan oleh atasannya. Tentu saja William menerimanya dengan senang hati. Menurutnya, dengan begitu, ia akan bisa mengambil simpati atasannya, dan kemungkinan jabatannya akan dinaikkan.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, William sudah berangkat. Ia harus menempuh perjalanannya di udara selama 5 jam. Akhirnya, ia pun sampai di negara yang dituju. Disana, ia dijemput oleh orang suruhan atasannya. Dia lalu diantar ke tempat penginapannya. “Tempat penginapannya jauh juga ya..”, pikirnya dalam hati. Setelah beberapa lama, ia pun sampai di tempat penginapannya. Cukup aneh memang, karena tempat penginapannya itu terletak di sebuah bukit. Suasananya sangat sejuk dan segar.

Setelah masuk ke dalam dan merapikan semua barang-barangnya, ia mendapati sebuah kursi empuk yang panjang. Tidak sengaja, ia pun tertidur dengan pulas. Sepertinya, itu adalah tidur yang paling nyenyak yang pernah ia rasakan sejak ia menjadi “Master Busy”.

Setelah tidur cukup lama, ia pun terbangun dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, sudah waktunya untuk meeting. Ia pun segera mempersiapkan segala sesuatu untuk meeting, dan segera menuju tempat meeting.

Sesampainya ia di tempat yang dituju, alangkah terkejutnya dia. Ternyata tempat yang ditetapkan untuk meeting bukanlah sebuah perusahaan ataupun hotel, melainkan sebuah taman bunga!! Sungguh aneh memang.. karena pemandangan yang sekarang ada di depan matanya hanyalah bunga-bunga yang bermekaran, pohon-pohon yang rindang, anak-anak berkejar-kejaran sambil tertawa riang. Dan yang dapt ia rasakan sekarang juga hanyalah angin yang bertiup dengan lembut. Sungguh sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, sungguh indah!! Selama ini,dia tidak pernah menikmati dan merasakan seperti ini. Tetapi, ia segera tersadar, karena ia harus mengikuti sebuah pertemuan penting. Ia pun segera menelepon atasannya untuk menanyakan informasi yang jelas.

“Halo Pak, saya tidak dapat menemukan tempat meeting yang Bapak maksud. Saya juga merasakan ada yang aneh disini. Tempat penginapan yang Bapak maksud berada di daerah perbukitan. Lalu tempat meeting yang Bapak maksud juga adalah sebuah taman bunga. Tetapi apa maksudnya?? Lalu, dimana tempat meetingnya??”

“Apakah kamu senang dengan tempat penginapannya dan dengan taman bunganya?”

“Tentu saja Pak. Semua ni sungguh belum pernah saya rasakan sebelumnya. Sungguh sebuah pemandangan yang indah! Pikiran saya terasa sangat santai dan tidak ada beban “

“Wil,sebenarnya tempat meeting yang saya maksud adalah taman bunga dan tempat penginapanmu itu. Selama ini saya melihat kamu terlalu memaksakan diri kamu untuk bekerja dan bekerja. Kamu tidak pernah mengistirahatkan tubuh dan otak kamu. Kamu juga tidak pernah menikmati apa yang sudah kamu dapat, tetapi kamu malah terus memaksakan diri kamu untuk mendapatkan apa yang belum kamu dapat. Jadi, sekarang saya ingin kamu meeting dengan semua yang belum pernah kamu temui selama ini. Nikmatilah!! Semoga 5 hari cukup bagimu untuk menikmati meeting ini”

“Saya mengerti Pak. Saya telah melewati banyak peristiwa yang indah yang seharusnya dapat saya nikmati dalam hidup saya. Terima kasih atas saran Bapak yang sangat berharga ini. Saya akan selalu mengingatnya. Dan saya akan menikmati meeting 5 hari ini Pak.” (keduanya pun tertawa bahagia)

Pembaca yang berbahagia,

Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja. Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia? Jika saya tanyakan pertanyaan tersebut kepada beberapa teman saya, mereka akan menjawab, “Saya akan bahagia nanti… nanti pada waktu saya sudah menikah… nanti pada waktu saya memiliki rumah sendiri…. nanti pada saat saya telah meraih semua impian saya… nanti pada saat penghasilan sudah sangat besar… “

Pemikiran ‘nanti’ itu membuat kita bekerja sangat keras di saat ‘sekarang’. Secara tidak sadar, kita telah mengorbankan begitu banyak hal dalam hidup ini untuk masa ‘nanti’ bahagia.

Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kita duduk dan melihat bunga bermekaran, pada saat kita bercanda tawa dengan teman-teman kita, pada saat kita melihat anak-anak bermain dengan tingkah mereka yang masih sangat polos, hidup terasa lebih indah.

Beristirahat sejenak dan menikmati dahulu apa yang sudah kita capai bukan berarti kita malas, melainkan merilekskan tubuh dan pikiran kita sehingga sewaktu kita kembali bekerja, semangat baru akan muncul dan segala sesuatu yang kita kerjakan akan menjadi lebih optimal. Nikmatilah dan syukurilah apa yang sudah diperoleh ‘sekarang’, bukan ‘nanti’.

                                                                ENJOY IT NOW!!🙂

About Fenny Wongso

Keep in touch and you'll know more.. my twitter / line / Instagram : FennyWongso Feel free to share and Leave your comments here :)

Posted on March 21, 2012, in Random. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: