Daily Archives: March 24, 2012

Melaju Di Arah Yang Salah

Oleh : Rudy Lim

Sering kali kita diberitahukan bahwa untuk Sukses dibutuhkan : “kegigihan, ketekunan, dan ketetapan hati”. Mari kita lihat kutipan terkenal dari Calvin Coolidge : “Tidak ada di dunia ini yang bisa menggantikan ketekunan. Bakat tidak bisa, tidak ada yang lebih umum dari pada seorang yang tidak sukses padahal memiliki bakat. Jenius juga tidak, seorang jenius tanpa penghargaan adalah kutipan yang hampir jadi. Pendidikan juga tidak, dunia ini penuh dengan orang berpendidikan yang nasibnya terlantar. Ketekunan dan kenekatan sendiri adalah omnipotent (abadi). Slogan “Terus Maju” telah menyelesaikan dan selalu akan menyelesaikan masalah setiap ras manusia”. Read the rest of this entry

Advertisements

Alphabet Sukses

Menurut pakarnya, manusia sukses tidak cuma dari IQ saja. Peran EQ (Emotional Intelligence) pada kesuksesan bahkan melebihi porsi IQ. Seorang pakar EQ bernama Patricia Patton memberikan tips bagaimana kita menemukan dan memupuk harga diri, yang disebutnya alphabet keberhasilan pribadi.

A : Accept. Terimalah diri anda sebagaimana adanya.
B : Believe. Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup.
C : Care. Pedulilah pada kemampuan anda meraih apa yang anda inginkan dalam hidup.
D : Direct. Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri.
E : Earn. Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik.
F : Face. Hadapi masalah dengan keyakinan.
G : Go. Berangkatlah dari kebenaran dan kesalahan. Yang benar ditingkatkan. Yang salah diperbaiki
H : Homework. Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi.
I : Ignore. Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan.
J : Jealously. Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri.
K : Keep. Terus berusaha walaupun gagal.
L : Learn. Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya. Read the rest of this entry

Bermodalkan Rp.5.000

Sebelum saya ceritakan cerita ini,perlu diketahui kalau kisah ini kisah nyata lho.. Hehe…

30 tahun silam, di sebuah desa kecil di kota Jakarta, lahirlah seorang bayi laki-laki dari pasangan suami istri Nini dan Toni. Bayi itu kemudian diberi nama Rudi. Kehidupan keluarga mereka sangat pas-pasan. Sang suami, yang hanya bekerja sebagai seorang buruh, harus menghidupi sang istri dan anak perempuan mereka yang baru berumur 2 tahun. Ditambah lagi tanggungan mereka dengan seorang anak laki-laki mereka yang baru lahir itu, tentu beban hidup mereka semakin berat. Sang istri juga membantu suaminya dengan menyalurkan jasanya mencuci baju-baju tetangga. Itu saja sudah sangat pas-pasan bagi mereka, terkadang masih tidak cukup karena banyak kebutuhan mendesak, seperti misalnya anak mereka jatuh sakit dan harus berobat ke dokter. Untuk membeli susu dan kebutuhan bayi mereka yang batu lahir itu saja mereka terpaksa harus berhutang kemana-mana. Tetapi, itu sama sekali tidak membuat mereka menyalahkan bayi mereka. Bagi mereka, setiap ciptaan Tuhan yang diberikan untuk mereka merupakan anugrah dan hadiah terbesar dalam hidup mereka.

Tidak terasa hari demi hari pun telah mereka lewati. Mereka bertambah tua dan tentu saja kedua anak mereka juga bertambah besar. Anak pertama mereka, Rini, yang seharusnya sudah pantas menimba ilmu di perguruan dasar, tidak dapat bersekolah karena orang tuanya tidak mempunyai uang. Untuk makan dan kebutu Read the rest of this entry