Monthly Archives: May 2012

May 25th, 2012

Today is a great day!

2 hari yang lalu, gue dapat bbm dari Mbak Mariska Lubis. Pada kenal ga sih? Ah kebangetan kalau ga kenal..

Awal kenalannya adalah lagi – lagi dari twitter. Ngga tau gimana ceritanya gue follow dia, eh dianya followback. Jadilah kita ngobrol2. Beliau udah beberapa kali visit Medan, tapi gue nya selalu ga sempat ketemu dia. Ah my bad..

Pas hari ini lagi berpihak sama gue, so akhirnya gue bisa ketemu sama Mbak Mariska deh di Medan. 2 hari yang lalu, kita sempat ngobrol – ngobrol dan beliau tanya apakah ada tokoh wanita inspiratif di Medan? Gue rekomendasiin deh Mbak Citra Hafiz. Masih ga kenal juga? Kayaknya perlu Googling deh ^^

Jadilah hari ini jam 5 sore kita ketemu di salah satu hotel di Medan.  Dan mendapat teman baru lagi. Dapat banyakkk banget pengetahuan dan ilmu – ilmu baru. Mbak Mariska, Mbak Citra, dan Mbak Mirelle (temannya Mbak Mariska), kebetuan semuanya udah ibu – ibu, jadilah gue seorang yang masih single :p eh tapi gue bersyukur banget, bangett malah.. mereka sharing soal gimana handle anak, hadepin anak, soal pendidikan seks, politics, life, and lots!

Dari pertemuan gue dengan mereka hari ini, gue sadar bahwa masih banyakkkk banget hal yang belum gue tau.. dan gue bersyukur banget bisa kenal sama orang – rang hebat like them.. eh ditraktir pula tadi hahhaa..

It’s been a very nice day with all of them..

Just wanna share, sebenarnya kita ini belum jadi apa – apa. Gak percaya? Coba deh kenal sama orang – orang baru, sharing sama mereka, then kamu bakal ‘ngeh’ bahwa masih banyak banget hal yang belum kamu tau. Yeah, kita masih harus belajar banyak. Kamu bakalan tau bahwa ternyata, hidup itu ga sesimpel yang kamu kira. There’re lot of things that you have to find, outside there.. Keep on learning!

—————————

Your beloved friend,

Fenny Wongso

Filosofi Sikap

Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan kita

Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.

Sikap lebih penting
daripada penampilan, bakat atau kemahiran.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari ini.

Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang lain
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi

Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang kita dapat mengawalnya,
dan itu adalah sikap kita.

Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 % dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 % adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.

MAKA: Seluruh pilihan terletak di tangan Anda, tidak ada JIKA atau TETAPI. Andalah pengemudinya. Andalah yang menentukan JALAN HIDUP ANDA…!

– Alpha –

Makna Sebuah Titipan (WS Rendra)

Ketika semua orang memuji milik-ku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ???
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?

Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
Kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita.

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,

seolah semua “derita” adalah hukum bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”, Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.

“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

(masih) 18 Mei 2012

Janganlah engkau memandang di tengah kesunyian..

Jangan kau rasakan hangatnya pelukan di dalam kekosongan…

Kalau ini titipan semesta, mendekatlah.. dekap hangat diriku, bersama dengan derasnya butiran hujan yang turun..

Biarkan dirimu tenggelam di dalam candu, yang tiada tempat berujung..

Bawalah diriku bersamamu. Janjiku akan kubuka dunia untukmu..

Mungkin alam akan selalu begini, dan seperti ini..

Kicauan di tengah malam menyentakku..

Aku mulai sadar, aku bermimpi, aku belajar,..

Aku mencoba berjalan..

Melewati terowongan yang tiada awal..

Semuanya terasa hampa..

Kosong..

Ah.. aku terbuai oleh waktu..

Aku terjebak di dalam dimensi lain..

Yang membawaku melampaui kekosongan..

Hingga malamku memanggil kembali..

—————————————————

– FW –

Ada apa dengan Indonesia dan Lady Gaga?

Sebelum membaca tulisan saya, siapkan dulu hati dan pikirannya. Kalau masih sempit, mendingan nggak usah diteruskan membaca, ntar jadi konflik hehe…

Indonesia itu negara yang sensitive ya. Disenggol sama satu kasus aja hebohnya bukan main. Kalau nggak direspon eh dibilang nggak responsive, emang ribet deh ya..

Baru aja reda tragedi pesawat Sukhoi, kembali lagi Indonesia dihebohkan oleh rumor Lady Gaga yang rencananya akan mengadakan konser musik di Indonesia. Ini gara – gara tweets di Twitter dan juga TV One yang “heboh” debat soal Lady Gaga yang satu ini, jadi pengen komentar. Bebas donk ya? Kan ada Pasal 28 🙂

Lady Gaga itu seorang artis berbakat yang kontroversial. Apa pun yang ia lakukan bisa dengan mudahnya mengundang perhatian public. Masalah jadi atau tidaknya dia datang ke Indonesia, menurut saya dia enggak ada ruginya sama sekali. Malah karena adanya rumor ini, dia merasa diuntungkan. Dianya belum kesana aja udah dihebohkan, disambut dengan berbagai berita, membuat dirinya lebih terkenal. Toh kalau dia nggak jadi datang ke Indonesia, dia tetap terkenal, tetap kaya. Dianya santai aja dongs..

Kata teman saya, @budimartanto : Tujuan Lady Gaga ke Indonesia kan buat menghibur? Toh negara juga diuntungkan. Bukankah tujuan dari agama itu adalah untuk membawa kabar gembira? Kalau gitu, biarin aja selama itu membawa kegembiraan. Biasanya orang yang menentang adalah orang yang tidak punya rasa kegembiraan di dalam dirinya.

Ya, saya setuju dengan kata teman saya tadi. Selama masyarakat suka, ya biarkan saja. Toh mereka beli tiket konser itu dengan uang mereka sendiri. Mengapa masyarakat Indonesia ini, yang dari kalangan tertentu itu, malah menentang dan membatasi kebebasan orang. Yang lebih kasihan lagi, mereka membela diri dengan mengatasnamakan “Agama”. Ya Tuhan…

Masalah – masalah di Indonesia ini jauh lebih banyak lagi yang benar – benar butuh sentuhan dan perhatian. Apalagi masalah pendidikan, kesehatan, kemiskinan, sampai pengangguran yang masih minim sekali mendapat perhatian, apalagi bantuan dari negara. Tapi, coba aja deh kasus – kasus seperti Lady Gaga ini, eh debatnya lama, heboh lagi  -___-“

Manusia berkewajiban untuk menebarkan kebaikan, memberitahukan ajaran agamanya kepada sesama, tapi manusia sama sekali tidak berhak membatasi dan merampas hak orang lain. Jadi, apapun yang ingin dilakukan orang lain, selama itu membawa kebahagiaan, kegembiraan, ya biarkan saja.

Melakukan sesuatu yang bermanfaat dan membawa kebaikan serta kegembiraan untuk sesama itu jauhhhh lebih banyak berkahnya, daripada saling menghina dan menjatuhkan 🙂

Sekali lagi, tulisan saya ini hanya sekedar sharing. Kalau pikirannya masih sempit, segera tutup saja blog ini.

Sekian, terima kasih, dan sampai jumpa lagi di episode selanjutnya.

—————————-

Your beloved friend,

Fenny Wongso

Kalau udah semangat, yang lain pada ngikut!

Selamat Pagi teman – teman. Bagaimana kabarnya pagi ini? Saya yakin, yang sedang membaca tulisan ini pasti menjawabnya dengan “Amazing” 😀

Kata om @iwanagustian, orang yang bersyukur akan tersenyum ceria pagi ini, orang yang tidak bersyukur akan mengeluh pagi ini. Kamu yang mana? 🙂

Kalau kita memulai hari kita dengan senyuman, doa, syukur, dan semangat, PASTI aktivitas kita selama satu harian bisa berjalan mulussss ASAL kita tetap mau belajar, tetap bersyukur, dan tetap semangat. Semangat melihat peluang dan uang. #eh… 😀

 

Dalam hidup, saya pernah melewati hari – hari yang dijalani dengan tidak semangat, tanpa passion. Alhasil, kegiatan yang saya lakukan selama satu harian menjadi tidak maksimal dan tidak optimal. Saya cenderung bermalas – malasan. Otomatis rezeki, peluang, semuanya pada menjauh. Yes?

Yuk ah Semangat, kan orang – orang keren. Kata teman saya, @YehezkielZebua, kalau lesu, ingat apa yang kita lakukan itu bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga untuk orang – orang yang kita sayangi. Jadi, nggak ada alasan buat malas – malasan. #SemangatHoii 😀

Kalau mood lagi down, cari teman yang bisa mem-boost up your energy, baca artikel – artikel yang bisa membangkitkan semangat, baca TL kocak juga bisa kok 😀

Sekian dulu utak atik saya. Mau cabut ke kuliah dulu nih!

See ya, Friends!

Semangat ya!! 😀

———————

Your beloved friend,

Fenny Wongso

Hidup BUKAN Pilihan!

Terima kasih Anda telah meluangkan waktu Anda untuk membaca artikel saja yang saya beri tema “Hidup BUKAN Pilihan!”

Sebagian besar dari kita selalu mengatakan bahwa hidup adalah pilihan. Hidupku adalah pilihanku sendiri, bukan orang lain. Tapi coba kita gali lagi lebih dalam, apakah benar hidup kita itu sepenuhnya merupakan pilihan kita?

Hidup seseorang berawal dari ia lahir ke dunia ini, lahir dari rahim seorang ibu, membawa status sebagai seorang bayi. Bayi yang kecil,mungil, dan lucu. Ingatkah Anda saat Anda mengalami masa – masa seperti itu? Masa – masa dimana Anda terlahir menjadi seorang bayi? Apakah terlahir menjadi seorang bayi merupakan “Pilihan” Anda? Coba renungkan baik – baik..

Ada terlahir dari latar belakang keluarga yang berbeda – beda. Ada yang terlahir di dalam keluarga yang bahagia, berlatar belakang pendidikan yang tinggi, dihormati dan disegani oleh masyarakat. Ada pula yang terlahir di keluarga yang biasa – biasa saja, dan ada juga yang terlahir di keluarga miskin yang tinggal di rumah kecil , kumuh, memiliki keluarga yang berlatar belakang pendidikan rendah yang  pekerjaannya hanya cukup untuk memberi makan dirnya dan keluarganya saja. Semuanya pas – pasan. Tidak ada yang tersisa.

Apakah itu pilihan? Terlahir sebagai orang kaya? Orang miskin? Anak seorang pejabat? Pewaris tunggal di sebuah kerajaan? Tidak.. Ternyata semua itu adalah bagian dari Takdir.

Bayangkan saja apabila seorang bayi yang baru keluar dari rahim ibunya bisa memilih apakah ia akan lahir dengan selamat atau tidak. Bayangkan lagi apabila bayi tersebut bisa memilih akan hidup dalam keluarga dalam latar belakang tertentu. Aneh bukan?

Hidup kita sekarang adalah takdir, bukan pilihan. Manusia tidak mempunyai daya untuk mengubah takdir, tapi manusia mempunyai daya dan kemampuan untuk mengubah pandangan serta persepsinya dalam melihat “takdir” hidupnya. Itulah yang dinamakan pilihan.

Kita mengira kita tahu segalanya. Kita memiliki rencana, strategi, masa depan, dan ide yang sangat rinci tentang apa yang akan kita lakukan sesampainya di tujuan. Kita tidak terlatih untuk membuka diri pada takdir, apalagi mempercayainya. Atau, bahkan percaya pada hal – hal yang tidak dapat diprediksi dan tidak diharapkan.

Bukan hanya kehidupan yang merupakan takdir, tetapi juga kematian. Anda tidak bisa memilih apakah Anda akan meninggalkan dunia ini sekarang, nanti, atau besok. Demikian pula Anda tidak bisa memilih akan terlahir sebagai apa dan dibesarkan dengan cara apa.

Hidup bukan Pilihan, tetapi kehidupan di dalam hidup, itulah Pilihan. Ada beberapa hal yang menjadi pilihan sesungguhnya di dalam hidup, yaitu : Kebahagiaan, Cinta serta kasih sayang, Popularitas, Uang, Nama baik, serta Kedamaian.

Berbahagialah!!

——————–

Your beloved friend,

Fenny Wongso