June 8th, 2012

Hari ini hari kedua jurusan saya mengadakan kunjungan media dan perusahaan. Jadwal hari ini adalah kunjungan ke salah satu stasiun televisi lokal di Medan yaitu Deli TV, yang merupakan bagian dari MNC Group. Jam 7.30 pagi, saya dan teman – teman saya yang lainnya sudah berkumpul di lapangan kampus FISIP USU. Ohya, kebetulan saya mengambil Jurusan Ilmu Komunikasi stambuk 2011 di FISIP USU dan jurusan ini mengharuskan kita untuk lebih banyak melakukan praktik serta observasi di lapangan mengingat di semester 5 nanti, kami diharuskan untuk memilih dua konsentrasi, yaitu Public Relation dan Jurnalistik. Karena itu, dari jurusan saya sendiri mengharuskan kami untuk lebih banyak terjun langsung ke lapangan agar ke depannya nanti kami tidak bingung dalam memilih konsentrasi, yang kemungkinan besar akan berdampak pada pekerjaan yang akan kita ambil nantinya.

Pukul 8 tepat kami berangkat ke lokasi. Butuh waktu hampir 1 jam untuk tiba di lokasi di dalam keadaan cuaca yang cerah pagi tadi. Saat tiba di sana, kami (para peserta) dan juga panitia pun memasuki ruang studio yang biasa digunakan untuk On Air. Karena hanya berstatus sebagai TV Lokal, luas studio Deli TV tidak begitu besar. Tetapi bisa dirasakan bahwa Deli TV Medan sangat memaksimalkan seluruh potensi ; baik itu peralatan sampai SDM yang terdapat di dalamnya.

Saat sesi sharing alias bagi – bagi ilmu ^o^, guru yang pertama adalah Mr. Chairman selaku Owner Deli TV Medan. Beliau banyak berbagi dan bercerita tentang proses kerja di pertelevisian. Sampai saat ini, televisi masih memegang peranan pertama karena berbentuk audio visual. Beliau juga banyak bercerita tentang berbagai macam pekerjaan yang bisa dipilih di dalam pertelevisian beserta serangkaian pekerjaan yang dikerjakan oleh masing – masing divisi.

Beberapa dari kami banyak menanyakan tentang peluang kerja yang bisa didapatkan dari stasiun teleivisi, baik itu TV Lokal maupun nasional. Satu hal yang membuat saya tertarik akan perbincangan dengan Mr. Chairman ini adalah pertanyaan yang kemudian ia lontarkan kepada kami : “Mengapa kalian hanya fokus mencari pekerjaan? Apakah kalian pernah berpikir untuk membeli rumah yang harganya 1 Miliar, jalan – jalan keliling Eropa, membeli mobil? Kalau kalian hanya bercita – cita untuk menjadi karyawan dan “bekerja” untuk orang lain dengan gaji yang hanya beberapa juta setiap bulannya, apakah mungkin kalian bisa membeli rumah, mobil, dan jalan – jalan keliling Eropa? Pernah gak berpikir seperti itu? Kenapa tidak mulai untuk menjadi wiraswasta? Memang saya akui menjadi seorang wiraswasta tidaklah mudah. Saya sendiri mengalami kegagalan berkali – kali saat saya memutuskan untuk berbisnis di dunia pertelevisian ini. Mulai dari uang saya dibawa kabur, ditipu dan berbagai macam kejadian tidak mengenakkan lainnya. Karyawan tidak perlu memikirkan hal itu. Karyawan tinggal menerima gaji secara rutin setiap bulannya, sedangkan wiraswasta harus berpikir tentang tagihan listrik, rating perusahaan, dan berbagi macam hal lainnya. Namun ini semua resiko dan juga pembelajaran. Kalau kita ingin mendapatkan hal besar, ya kita harus siap bekerja lebih keras dan membayar harga yang “lebih mahal”. Untuk memulai menjadi wiraswasta, dalam kurun waktu 1 sampai 5 tahun pasti kita banyak menghadapi masa – masa sulit. Saat itulah kekuatan kita diuji, seberapa lama kita bisa bertahan lalu bangkit. Mulailah menjadi wiraswasta, jangan selalu berpikir untuk menjadi karyawan dan bekerja untuk menerima gaji rutin setiap bulannya.”

Kalimat – kalimat yang dikeluarkan oleh Mr. Chairman ini membuat saya tersentak. Jarang sekali ada narasumber yang memberikan motivasi seperti ni. Banyak narasumber yang saya jumpai itu mempromosikan perusahaan mereka agar kelak kita bisa berkerja disana, atau sekedar mempromosikan perusahaan mereka sebagai yang terbaik, dsb.

Kemudian guru yang kedua adalah Executive Produser Deli TV yang sudah memiliki banyak sekali pengalaman kerja di pertelevisian. Sedangkan guru yang ketiga adalah Produser sekaligus presenter berita di Deli TV yang juga sudah mempunyai banyak sekali pengalaman kerja di lapangan. Pekerjaan mereka sangat menantang, yakni sebagai seorang jurnalis. Mereka banyak menceritakan tentang bagaimana suka dukanya bekerja menjadi seorang jurnalis dan bagaimana rasanya bekerja di pertelevisian. Wah, benar – benar satu hari yang sangat istimewa bagi saya. Saya mendapatkan banyakkk seklai ilmu dari sini. Ini merupakan pengalaman berharga yang enggak akan mungin saya lupakan.

Sekian curcol saya malam ini. Terima kasih untuk yang sudah membaca😀 Sampai jumpa di episode selanjutnya.

———————————————–

Your beloved friend,

Fenny Wongso

About Fenny Wongso

Keep in touch and you'll know more.. my twitter / line / Instagram : FennyWongso Feel free to share and Leave your comments here :)

Posted on June 8, 2012, in Cerita Gue!. Bookmark the permalink. 2 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: