Monthly Archives: July 2012

Viro, Live the Moments

“Viro, Live the Moments”

Piknik sehat dengan air putih

Air mineral atau yang akrab disebut “air putih” merupakan salah satu unsur yang penting di dalam kehidupan manusia. Manusia tentunya sangat memerlukan air putih agar seluruh sistem dalam tubuhnya dapat bekerja dengan baik.

Karena mendapat informasi tentang perlombaan yang diselenggarakan oleh Viro Water, saya jadi ingin berbagi tentang pengalaman saya terkait dengan pentingnya peranan air putih di dalam aktivitas sehari-hari.

Piknik tentunya menjadi satu momen yang menyenangkan saat liburan, apalagi piknik bersama keluarga dan teman-teman. Berpergian ke tempat yang jauh, luar kota misalnya, menjadi favorit sebagian besar orang untuk sasaran piknik mereka.

Karena senang menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman, kita sering lupa minum. Padahal kita sebenarnya menghabiskan lebih banyak energi saat kita berpiknik. Tubuh kita saat itu membutuhkan lebih banyak air untuk mengganti energi yang sudah terkuras saat beraktivitas.

masbowo.com

Saat berpiknik, saya selalu ingat membawa air mineral di dalam tas. Apabila melakukan perjalanan jauh terutama berpiknik, saya dan keluarga / teman-teman selalu membawa stok minuman yang banyak, terutama bila tempat yang kita tuju jauh dari perkotaan sehingga tidak banyak yang menjual air mineral.

Berdasarkan hasil penelitian, manusia bisa hidup sehari tanpa makanan tetapi tidak satu hari tanpa minuman. Minuman sudah seperti udara yang harus kita dapatkan setiap hari. Jadi, pastikan bahwa setiap hari kita minum air putih yang bukan hanya terlihat jernih, tetapi juga terjamin kesehatan dan kebersihannya.

Memilih air mineral di dalam botol merupakan pilihan yang tepat. Selain praktis dan mudah dibawa kemana-mana, botolnya juga dapat dikumpulkan untuk didaur ulang kembali. Viro merupakan salah satu pilihan air mineral yang tepat ketika kita sedang berpergian. Air mineral yang sudah “eksis” selama 8 tahun ini dipercaya karena mutu dan kemurniannya. Viro memberikan pilihan terbaik bagi kita untuk mendapatkan kebaikan dari air sehat dan murni. Untuk info selengkapnya tentang hidup sehat dengan Viro bisa di cek ke blog Viro.

Yuk, sama-sama hidup sehat dengan air putih 🙂

VIRO. Live The Moments

Advertisements

#SayNoToBullying

Semalam, Twitter dihebohkan oleh TL @shintwitt yang membahas tentang kasus bullying yang terjadi pada keponakannya di salah satu SMA di Jakarta. Kasus yang akhirnya mendapat perhatian dari banyak user di Twitter ini akhirnya saya rangkum di dalam chirpstory saya.

“…Bagian rusuk lebam-lebam, ada sundutan rokok di leher, diculik oleh seniornya dari jam 2 – 10 malam. Dan pihak sekolah malah tidak mau bertanggung jawab atas hal ini..” ujar @shintwitt di dalam tweetsnya.

Saya percaya kasus ini bukan hanya terjadi pada Ary. Diluar sana, pasti ada anak-anak lainnya yang menjadi korban bullying yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Terlebih lagi kasus ini lebih sering terjadi pada anak-anak SMA atau kuliah pada saat PMB / MOS/ ospek.

Saya pribadi sebenarnya tidak setuju dengan MOS / PMB / ospek yang tujuannya bukan kepada pengenalan siswa / mahasiswa baru terhadap senior dan sekolah / kampus tetapi malah ke arah kekerasan (kriminal). Beberapa fakta menunjukkan bahwa ospek yang katanya sebagai “penyambutan” malah dijadikan kesempatan buat “nge-bully” junior-junior dengan tindakan yang tidak berprikemanusiaan menurut saya.

“Kalau gak ada ospek jadinya gak seru dong.”

“Itu udah jadi tradisi turun menurun. Susah buat menghapusnya.”

Bukan berarti bahwa ospek itu harus dihapuskan loh. Kalau saya pribadi sih setuju aja kalau ada kegiatan penyambutan mahasiswa baru ASAL ospek nya masih pake hati dan masih berada di dalam batas wajar, ngga harus sampai kriminal, loh!

Bayangin aja mahasiswa baru yang di ospek trus ditendang kepalanya, disundut rokok, dipukuli sampai lebam. Is this what you call by “welcoming party” ? Kalau udah melibatkan kekerasan mah itu udah bukan penyambutan lagi. Penganiayaan, bro! dan itu seharusnya dilaporkan ke pihak yang berwajib. Tapi beberapa pihak malah menyatakan itu semua sebagai “something that they have to do and obey.”

Sepatutnya pemerintah, departemen pendidikan  dan juga masyarakat bekerja sama untuk mensosialisasikan hal ini. Dan sudah sepatutnya pihak pemerintah tegas dalam menindaklanjuti kasus seperti ini. Kalau kekerasan dipandang sebagai satu “syarat wajib” untuk mengecam pendidikan, mau jadi apalah generasi-generasi muda ini nantinya?

Mulai sekarang, mari sama-sama dukung gerakan #SayNoToBullying !

————————————————————————————–

Your beloved friend,

Fenny Wongso

Jangan NGAREP!

“Saya sudah mencoba sepuluh kali. Gagal terus. Saya menyerah.” begitu kata si pesimis. Jangan tertawa. Mungkin beberapa dari kita juga merasakan hal yang sama, termasuk saya. Rasa-rasanya sudah mengerahkan seluruh tenaga dan pikiran. Focus. Udah. Motivasi. Lebih dari cukup. Action. Udah. Terus apa lagi? Kok bisa gagal terus?

Ketekunan. Kesabaran. Kadang-kadang kita lupa memasukkannya.

Sepuluh kali gagal, apakah kita tekun untuk mencoba lagi? Berlatih lagi? Bukan sekedar “bangkit dari kegagalan”, tetapi juga bercermin dan memperbaiki diri. Belajar lagi. Mungin banyak hal yang belum kita ketahui. Dan mungkin juga hal itulah yang selama ini menjadi “batu penghalang” di dalam setiap perjalanan kita.

Berusaha sedikit, meminta banyak. Memberi satu, mengharapkan seribu. Mustahil. Baru berusaha satu jam, mengharapkan hasil seperti yang dikerjakan orang lain selama seribu jam. Mustahil!

Mencoba sepuluh kali lalau menyerah. Tidak ada yang tahu bahwa di kali kesebelas kita mungkin akan berhasil. Berusaha, walaupun sedikit, tetapi tekun, sabar. Tidak buru-buru memetik hasilnya. Tetap sabar.

Sabar? Sampai kapan? Ya sampai kesabaran kita itu menghasilkan. Tekun mencoba, lagi dan lagi. Bukan hanya mencoba dan sekedar bangkit, tetapi juga memperbaiki diri, menyusun strategi, dan belajar dari orang lain.

Jadi, jangan NGAREP ya! Mungkin kita kurang tekun dan kurang sabar. Belum nyampe deh rezekinya ^^

Semoga bermanfaat 🙂
————————————————————————————————————————————-

Your beloved friend,

Fenny Wongso

Menciptakan saingan

Di dalam tulisan saya beberapa waktu lalu, saya pernah menyinggung tentang “menciptakan saingan”. Di dalam setiap kompetisi dalam hidup, memang perlu sekali menciptakan saingan. Mengapa?  Agar kita bisa lebih tergerak untuk maju. Ingat, maju karena ADA saingan.

Saingan membuat kita tertantang. Saingan membuat kita sebagai satu pribadi yang lebih baik lagi daripada sebelumnya. Bahwa kita harus lebih baik daripada saingan kita, dan kita akan mencari cara – cara bagaimana untuk mengalahkan saingan kita itu. ya, supaya kita bisa keluar menjadi pemenang.

Saingan itu perlu diciptakan. Saingan paling dekat yang ada di dalam diri kita bernama “IMPIAN”. Untuk menjadi lebih baik, kita harus mempunyai mimpi. Untuk menjadi lebih baik, kita harus punya goals di  setiap tindakan yang kita lakukan. Dengan menyadari bahwa kita mempunyai impian, pikiran kita akan tergerak untuk merealisasikan impian itu. Dengan mempunyai impian, kita menciptakan saingan. Bukan orang lain, melainkan saingan terdekat di dalam diri kita sendiri.

Kalahkan saingan itu. Kalahkan impian itu, dan keluarlah sebagai pemenang.

YES, I’M READY TO WIN! 🙂

———————————-

Your beloved friend,

Fenny Wongso

Don’t fight for your dreams, Chase!

This time, I want to share about “Dreams” written by Linsey Hewis Hasenbank. Here’s what she said :

“I used to think dreams just landed in your lap and unfolded effortlessly…that if they were meant to be, they’d justhappen. But the truth is, there’s a whole lot of wrestling that goes on behind the scenes of a big dream…wrestling with yourself {and all your fears}, wrestling with what others think {not everyone will approve}, wrestling with the world {full of obstacles and traps}, and wrestling with what we believe. {Can God really be trusted?}

I’m beginning to believe that the wrestling is as important as the dreaming…that how you fight for the dream is as life-changing as the dream itself. One thing’s for sure: chasing a dream can wear you out. That’s where I find myself today…absolutely exhasuted. But in some ways, worn out is just where I need to be in order to freely receive all that God has for me. Otherwise, I’m too fearful, distracted, “capable” and proud to acknowledge there’s a better way than my way.

How about you? What dream are you fighting for these days? Is there something stirring in your heart that you’re afraid to follow? Let me encourage you as you’ve encouraged me: GO FOR IT! Dream big and fight hard! You’re worth it!”