Category Archives: Random

#SayNoToBullying

Semalam, Twitter dihebohkan oleh TL @shintwitt yang membahas tentang kasus bullying yang terjadi pada keponakannya di salah satu SMA di Jakarta. Kasus yang akhirnya mendapat perhatian dari banyak user di Twitter ini akhirnya saya rangkum di dalam chirpstory saya.

“…Bagian rusuk lebam-lebam, ada sundutan rokok di leher, diculik oleh seniornya dari jam 2 – 10 malam. Dan pihak sekolah malah tidak mau bertanggung jawab atas hal ini..” ujar @shintwitt di dalam tweetsnya.

Saya percaya kasus ini bukan hanya terjadi pada Ary. Diluar sana, pasti ada anak-anak lainnya yang menjadi korban bullying yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Terlebih lagi kasus ini lebih sering terjadi pada anak-anak SMA atau kuliah pada saat PMB / MOS/ ospek.

Saya pribadi sebenarnya tidak setuju dengan MOS / PMB / ospek yang tujuannya bukan kepada pengenalan siswa / mahasiswa baru terhadap senior dan sekolah / kampus tetapi malah ke arah kekerasan (kriminal). Beberapa fakta menunjukkan bahwa ospek yang katanya sebagai “penyambutan” malah dijadikan kesempatan buat “nge-bully” junior-junior dengan tindakan yang tidak berprikemanusiaan menurut saya.

“Kalau gak ada ospek jadinya gak seru dong.”

“Itu udah jadi tradisi turun menurun. Susah buat menghapusnya.”

Bukan berarti bahwa ospek itu harus dihapuskan loh. Kalau saya pribadi sih setuju aja kalau ada kegiatan penyambutan mahasiswa baru ASAL ospek nya masih pake hati dan masih berada di dalam batas wajar, ngga harus sampai kriminal, loh!

Bayangin aja mahasiswa baru yang di ospek trus ditendang kepalanya, disundut rokok, dipukuli sampai lebam. Is this what you call by “welcoming party” ? Kalau udah melibatkan kekerasan mah itu udah bukan penyambutan lagi. Penganiayaan, bro! dan itu seharusnya dilaporkan ke pihak yang berwajib. Tapi beberapa pihak malah menyatakan itu semua sebagai “something that they have to do and obey.”

Sepatutnya pemerintah, departemen pendidikan  dan juga masyarakat bekerja sama untuk mensosialisasikan hal ini. Dan sudah sepatutnya pihak pemerintah tegas dalam menindaklanjuti kasus seperti ini. Kalau kekerasan dipandang sebagai satu “syarat wajib” untuk mengecam pendidikan, mau jadi apalah generasi-generasi muda ini nantinya?

Mulai sekarang, mari sama-sama dukung gerakan #SayNoToBullying !

————————————————————————————–

Your beloved friend,

Fenny Wongso

Advertisements

For a REASON

Semangat pagi! Bagaimana kabarnya pagi ini? Yak, anak – anak MLM akan menjawab ”LUAR BIASA!!” :p

Sunday, time for refreshing, yes?

Hari Minggu biasanya adalah hari buat keluarga, mengingat hari Senin sampai Jumat itu hari buat bekerja dan berjuang sementara Sabtu adalah waktu buat pacar #eeh.. Tapi yang belum punya pacar, biasa aja ye, ga udah galau soalnya yang nulis ini juga masih single. #uhuk

Sabtu saatnya cari teman baru, bergabung di komunitas atau kumpul bareng teman buat ngobrolin sesuatu gitu, lebih asik ^^

Apapun dan bagaimana harimu, pastikan selalu ngumpul sama orang – orang yang bsia menyuntik semangat positif untuk kamu dan lingkungan disekitarmu. Punya banyak teman, gak ada ruginya kok. Untung plus plus. Relasi + koneksi bertambah ^^

Yuk jalan – jalan bareng atau aktivitas bareng keluarga hari ini 🙂

Kalau alasan berjuang selama ini adalah buat keluarga dan orang – orang yang dicintai, pastikan selalu ada waktu buat mereka. Jangan sampai terlalu sibuk dengan kerjaan sama bisnis terus lupa semuanya 😀

‘Cause every moment is precious^^

Happy Sunday Friends!

——————————————–

Your beloved friend,

Fenny Wongso

Mau dibawa kemana?

Mau dibawa kemana, hubungan kita… jreng jreng jreng…

Lagu dari salah satu band ternama Indonesia itu kalau diartiin dalem ya.. Ibaratnya nih, ada satu cewek satu cowok terus mereka saling suka, lalu dijadiin pacar. Nah kalau udah serius buruan dibawa ke jenjang yang kebih tinggi. Kalau enggak entar keburu diambil sama yang lain 😀

Sama seperti hubungan sejoli, hidup kita juga semestinya punya tujuan dan visi yang jelas. Misalnya, untuk apa kita bekerja, kuliah. Semuanya itu semestinya ada tujuannya kan?

Hidup ini dianalogikan sebagai jalan tol dimana kita adalah pengemudinya sedangkan orang – orang yang berada di sekitar kita, alat – alat yang kita gunakan itu adalah kendaraannya dan jalan tol adalah panjangnya kehidupan kita. Kita perlu menetapkan akan dibawa kemana kendaraan kita. Kita sebagai pengemudilah yang harus menentukan titik tuju dari hidup kita.

Tujuan dan visi dalam hidup sangat penting. Karena adanya tujuan, maka  kita lebih terarah untuk melangkah. Sama seperti mobil, ia akan lebih mudah bergerak apabila ia tahu tempat mana yang akan ia tuju. Kalau mobil yang dikendarai nggak punya tujuan yang jelas, alhasil malah cuma mutar – mutar di jalanan. Mau hidup seperti itu juga?

Jadi, tentukan tujuan dan visi dalam hidup. Kalau kata Pak JamilAzzaini dan RanggaUmara, buat proposal hidup dan juga Dream Book. Acara yang satu hari saja diperlukan perencanaan yang matang alias proposal. Lantas mengapa hidup kita yang sedemikian panjangnya itu tidak kita buat tujuannya dan juga persiapannya?

Manusia, tidak tahu sampai kapan ia hidup, tapi ia mempunyai daya untuk merencanakan dan melakukan hal – hal baik untuk mencapai tujuan hidupnya. Pegang kemudimu, isi minyakmu, kemudian  melajulah!

——————————-

Your beloved friend,

Fenny Wongso

Makna Sebuah Titipan (WS Rendra)

Ketika semua orang memuji milik-ku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ???
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?

Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
Kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita.

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,

seolah semua “derita” adalah hukum bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”, Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.

“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

Ada apa dengan Indonesia dan Lady Gaga?

Sebelum membaca tulisan saya, siapkan dulu hati dan pikirannya. Kalau masih sempit, mendingan nggak usah diteruskan membaca, ntar jadi konflik hehe…

Indonesia itu negara yang sensitive ya. Disenggol sama satu kasus aja hebohnya bukan main. Kalau nggak direspon eh dibilang nggak responsive, emang ribet deh ya..

Baru aja reda tragedi pesawat Sukhoi, kembali lagi Indonesia dihebohkan oleh rumor Lady Gaga yang rencananya akan mengadakan konser musik di Indonesia. Ini gara – gara tweets di Twitter dan juga TV One yang “heboh” debat soal Lady Gaga yang satu ini, jadi pengen komentar. Bebas donk ya? Kan ada Pasal 28 🙂

Lady Gaga itu seorang artis berbakat yang kontroversial. Apa pun yang ia lakukan bisa dengan mudahnya mengundang perhatian public. Masalah jadi atau tidaknya dia datang ke Indonesia, menurut saya dia enggak ada ruginya sama sekali. Malah karena adanya rumor ini, dia merasa diuntungkan. Dianya belum kesana aja udah dihebohkan, disambut dengan berbagai berita, membuat dirinya lebih terkenal. Toh kalau dia nggak jadi datang ke Indonesia, dia tetap terkenal, tetap kaya. Dianya santai aja dongs..

Kata teman saya, @budimartanto : Tujuan Lady Gaga ke Indonesia kan buat menghibur? Toh negara juga diuntungkan. Bukankah tujuan dari agama itu adalah untuk membawa kabar gembira? Kalau gitu, biarin aja selama itu membawa kegembiraan. Biasanya orang yang menentang adalah orang yang tidak punya rasa kegembiraan di dalam dirinya.

Ya, saya setuju dengan kata teman saya tadi. Selama masyarakat suka, ya biarkan saja. Toh mereka beli tiket konser itu dengan uang mereka sendiri. Mengapa masyarakat Indonesia ini, yang dari kalangan tertentu itu, malah menentang dan membatasi kebebasan orang. Yang lebih kasihan lagi, mereka membela diri dengan mengatasnamakan “Agama”. Ya Tuhan…

Masalah – masalah di Indonesia ini jauh lebih banyak lagi yang benar – benar butuh sentuhan dan perhatian. Apalagi masalah pendidikan, kesehatan, kemiskinan, sampai pengangguran yang masih minim sekali mendapat perhatian, apalagi bantuan dari negara. Tapi, coba aja deh kasus – kasus seperti Lady Gaga ini, eh debatnya lama, heboh lagi  -___-“

Manusia berkewajiban untuk menebarkan kebaikan, memberitahukan ajaran agamanya kepada sesama, tapi manusia sama sekali tidak berhak membatasi dan merampas hak orang lain. Jadi, apapun yang ingin dilakukan orang lain, selama itu membawa kebahagiaan, kegembiraan, ya biarkan saja.

Melakukan sesuatu yang bermanfaat dan membawa kebaikan serta kegembiraan untuk sesama itu jauhhhh lebih banyak berkahnya, daripada saling menghina dan menjatuhkan 🙂

Sekali lagi, tulisan saya ini hanya sekedar sharing. Kalau pikirannya masih sempit, segera tutup saja blog ini.

Sekian, terima kasih, dan sampai jumpa lagi di episode selanjutnya.

—————————-

Your beloved friend,

Fenny Wongso

Kalau udah semangat, yang lain pada ngikut!

Selamat Pagi teman – teman. Bagaimana kabarnya pagi ini? Saya yakin, yang sedang membaca tulisan ini pasti menjawabnya dengan “Amazing” 😀

Kata om @iwanagustian, orang yang bersyukur akan tersenyum ceria pagi ini, orang yang tidak bersyukur akan mengeluh pagi ini. Kamu yang mana? 🙂

Kalau kita memulai hari kita dengan senyuman, doa, syukur, dan semangat, PASTI aktivitas kita selama satu harian bisa berjalan mulussss ASAL kita tetap mau belajar, tetap bersyukur, dan tetap semangat. Semangat melihat peluang dan uang. #eh… 😀

 

Dalam hidup, saya pernah melewati hari – hari yang dijalani dengan tidak semangat, tanpa passion. Alhasil, kegiatan yang saya lakukan selama satu harian menjadi tidak maksimal dan tidak optimal. Saya cenderung bermalas – malasan. Otomatis rezeki, peluang, semuanya pada menjauh. Yes?

Yuk ah Semangat, kan orang – orang keren. Kata teman saya, @YehezkielZebua, kalau lesu, ingat apa yang kita lakukan itu bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga untuk orang – orang yang kita sayangi. Jadi, nggak ada alasan buat malas – malasan. #SemangatHoii 😀

Kalau mood lagi down, cari teman yang bisa mem-boost up your energy, baca artikel – artikel yang bisa membangkitkan semangat, baca TL kocak juga bisa kok 😀

Sekian dulu utak atik saya. Mau cabut ke kuliah dulu nih!

See ya, Friends!

Semangat ya!! 😀

———————

Your beloved friend,

Fenny Wongso

Belajar dari Bu Menkes

Menteri kesehatan Repubik Indonesia, Endang Rahayu Sedyaningsih, baru saja meninggal dua hari yang lalu,pada hari Rabu, 2 Mei 2012. Beliau meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, pukul 11.41 WIB.

Selama hampir dua tahun beliau mengidap kanker paru – paru. Penyakitnya baru ketahuan sejak Oktober 2010. Sejak itu ia telah menjalani pengobatan baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Beliau tidak terlihat seperti seseorang yang sedang sakit. Melalui beberapa media dan tulisan yang saya lihat, beliau menjalankan tugasnya sebagai Menteri Kesehatan dengan baik, bukan seperti seseorang yang sedang sakit. Padahal, kita tahu sebenarnya di dalam badannya, ia menderita sakit yang luar biasa hebat. Bagaimana tidak? Penyakit yang dideritanya adalah kanker paru stadium 4 yang akhirnya menyebabkan Indonesia kehilangan seorang sosok wanita Kartini lainnya. Read the rest of this entry