Blog Archives

Dunia ini KEJAM, bung!

Kemiskinan di mana – mana, anak – anak jalanan, pengangguran. Begitulah realita yang kita jumpai di dunia ini, terutama di negara kita, Indonesia.

Dunia ini memang kejam, apabila kita memandang segala sesuatu yang ada di dunia ini sebagai sesuatu yang menyedihkan. Mungkin beberapa dari kamu mengatakan dunia ini sungguh sangat baik. Ketika dipuji, dihormati, diagung – agungkan.

Lantas, bagaimana nasib mereka? Nasib anak – anak yang belum tahu akan jadi apa mereka besok. Nasib para pengangguran yang keluarganya butuh makanan untuk bisa bertahan hidup. Nasib anak – anak jalanan yang berjuang menggapai cita – cita mereka.

Apa daya,mereka tak mampu. Tidak ada perhatian, sentuhan tangan, dan motivasi dari orang – orang terdekat. Dunia begitu kejam kepada mereka. Mereka terus terpuruk. Berjuang tanpa arah, hidup tanpa tujuan. Bukankah mereka juga manusia yang seharusnya mendapat “perlakuan” seperti manusia lainnya?

Oh dunia.. Kadang baik, kadang kejam. Kadang memberi ujian, kadang menghadiahi. Kadang memberi harapan dan semangat, kadang menciptakan keputusasaan.

Aku belajar untuk menyederhanakan kekejaman, dengan percaya bahwa esok matahari akan terbit lagi, bahwa aka nada harapan dan semangat baru lagi, bahwa malam akan berganti menjadi pagi lagi. Ya, berat ringan, susah senang, bahagia perih, semuanya harus dijalani, semuanya harus dilewati. Mau tidak mau, suka tidak suka. Ya, beginilah hidup ini.

Dunia ini memang kejam, dan tugas kita adalah menjdi lebih KEJAM daripada dunia. Karena dunia ini kejam, maka TUSUKLAH!

———————————————————————————————————————————————–

Your beloved friend,

Fenny Wongso

Advertisements